Farouk Alwyni

Farouk Alwyni

Berita HMI – Perkembangan industri keuangan dan perbankan Islam dalam dekade ini sangat pesat, dengan estimasi pertumbuhan 10-15 % per tahun dan jumlah asset mencapai lebih dari satu trilliun. Dengan pencapaian tersebut, pertumbuhannya melampaui segmen bisnis industri jasa keuangan lainnya di dunia. Senada dengan itu, di Indonesia sendiri, keuangan Islam atau yang lebih dikenal dengan nama keuangan syariah, juga mengalami perkembangan yang sama. Bahkan di tahun 2011, perkembangan aset dari industri perbankan syariah mencapai lebih dari 50%.

Sejalan dengan diatas dan semakin dekatnya pemberlakuan AFTA, Farouk Alwyni dalam konfrensi persnya memandang, peranan perbankan dan jasa keuangan syariah menjadi sangat strategis. Lebih lanjut pria lulusan New YorK University ini menekankan perlunya perbankan dan jasa keuangan syariah memainkan peran penting agar Indonesia dapat bersaing dengan Negara-negara ASEAN lainnya.

“Sebagai Negara dengan luas darat dan laut mencapai 5.193.250 km2 dan jumlah penduduk 245 juta jiwa yang disertai potensi alam yang beragam, perlu modal yang sangat besar agar potensi-potensi diatas dapat terkelola dengan maksimal untuk kesejahteraan rakyat. Untuk itu perlu SDM yang professional di bidang perbankan dan jasa keuangan syariah, supaya sektor ini dapat memainkan peran kunci bagi kepentingan bangsa di era AFTA nanti” Ujar pengusaha yang juga pernah menjabat sebagai salah satu direksi di bank Muamalat itu.

Sehubungan dengan hal ini, maka PT Alwyni International Capital (AIC) yang didirikannya bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) untuk menyelenggarakan diklat singkat dalam rangka mempersiapkan SDM yang handal dibidang keuangan syariah. Menurut Farouk kerjasama dua lembaga ini merupakan kerjasama lembaga yang kredibel, karena AIC pada tahun 2012  memperoleh akreditasi dari CISI London sebagai penyelenggara diklat IFQ di Indonesia. Sementara pada bulan desember 2012 LPPI memperoleh sertifikasi quality ISO 9001 sebagai institusi pelatihan dan pengembangan profesi perbankan serta pengelola jasa keuangan. Dan juga, para lulusan diklat ini memperoleh gelar ACSI sebagaimana gelar akedimik lainnya. (Nsr)

-Telegram Jakarta-